![]() |
Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia |
Sebagaimana proses masuk dan berkembangnya Hindu-Buddha, masuk dan berkembangnya Islam juga tidak diketahui dengan pasti. Namun, berdasarkan sumber-sumber sejarah didapatkan beberapa hipotesis dari para ahli sejarah.
Pertama, Snouck Hurgronje menyatakan bahwa Islam masuk ke
Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat abad ke-13, melalui jalur
perdagangan Timur Tengah-Cambay (Gujarat)-Asia Tenggara (Indonesia).
Kedua, G.E. Marrison menolak pendapat Hurgronje karena
Gujarat telah menjadi Kerajaan Hindu pada abad ke-13. Marrison menyatakan bahwa
Islam dibawa oleh para ahli tasawuf dari Malabar (India Selatan) pada abad
ke-13.
Ketiga, Husein Djajadiningrat menyatakan bahwa Islam berasal
dari Persia. Hal ini terlihat dari adanya peringatan 10 Muharram yang juga
diperingati oleh Kaum Syiah-Persia; penggunaan tanda baca Al-Quran yang sama
dengan di Persia, yaitu zabar, zeer, pyes untuk membaca fathah,
kasroh, dhommah; dan kesamaan ajaran sufi yang dikembangkan oleh Syekh Siti
Jenar dan Hamzah Fanshuri dari Indonesia dengan ajaran sufi yang dikembangkan
oleh Al-Hallaj dari Persie.
Keempat, Hamka menyatakan bahwa Islam dibawa oleh pedagang
Arab pada abad ke-7 melalui Cina. Hal ini terlihat dari berkembangnya madzhab
Syafi’i di Indonesia, yang merupakan madzhab yang berkembang dan dianut di
sekitar Mekkah.
Kelima, Islam dibawa oleh pasukan Laksamana Ceng-Ho dari
Cina. Hipotesis ini didapatkan dari berita-berita Cina yang ditemukan di
Klenteng Sampokong di Batu-Semarang, Klenteng Talang di Cirebon, Kronik Melayu,
berita tahunan Melayu, dan berita Cina dinasti Ming. Hipotesis ini didukung
oleh Denys Lombard, Anthony Reid, H.J. de Graaf, Th. Pigeaud, Slamet Mulyana,
dan Sumanto Al-Qurtubi.
Secara umum, para ahli sejarah sependapat bahwa Islam
berkembang di Indonesia oleh kaum pedagang, melalui kegiatan pelayaran dan
perdagangan.
Sumber : Buku Sejarah karya Nana Supriatna
Proses Masuknya Agama Islam ke Indonesia
4/
5
Oleh
Yusri Triadi