Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Monday, November 7, 2016

Klasifikasi Lumut (Bryophyta)

Klasifikasi Lumut (Bryophyta)
Klasifikasi Lumut (Bryophyta)
Pada umumnya dikenal tiga macam lumut, yaitu kelas Bryopsida (lumut daun), kelas Hepaticopsida (lumut hati) dan kelas Anthoceropsida (lumut tanduk).


1. Kelas Bryopsida (Lumut Daun)
Lumut daun (disebut juga kelas Musci) memiliki batang semu yang tegak dengan panjang kurang dari 3 cm. Lembaran daunnya tipis dan tersusun secaara spiral. Contoh lumut daun adalah Sphagnum fimbriatum, Aeobryopsis longissima, Pogonatum cirrhatum, dan Mniodendron divaricatum.

Pada tahapan gametofit, organ reproduksi seksual tumbuh pada bagian pucuk batang yang berdaun. Arkegonium akan terbuka saat sel telur telah siap dibuahi. Jika ada air, maka sel sperma akan berenang menuju arkegonium dan membuahi sel telur. Hasil fertilisasi tersebut akan tumbuh menjadi sporofit yang memiliki tangkai panjang dengan pucuk berkapsul. Di dalam kapsul sejumlah spora dibentuk. Saat spora sudah matang, kapsul akan terbuka dan spora terbawa oleh angin. Spora yang jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi protonema. Protonema tersebut kemudian berkembang menjadi lumut yang baru.

2. Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati)
Contoh lumut hati yang paling dikenal adalah Marchantia polymorpha, Riccia frostii, dan Ricciocarpus natans. Lumut hati berbentuk seperti lembaran daun atau lobus. Pada permukaan bawah lobus tersebut terdapat rizoid.

Reproduksi seksual terjadi melalui fertilisasi sel telur oleh sperma. Saat anteridium matang, sel sperma akan berenang melalui air menuju ke arkegonium sehingga terjadi proses fertilisasi. Zigot hasil fertilisasi akan tumbuh menjadi sporofit. Selanjutnya, sporofit membentuk kapsul yang tampak menonjol keluar dari arkegonium.

3. Kelas Anthoceropsida (Lumut Tanduk)
Lumut tanduk memiliki struktur seperti lumut hati. Ciri khasnya struktur tanduk yang tumbuh di luar gametofit. Lumut tersebut biasa hidup di daerah sepanjang pinggir sungai, danau atau selokan. Contoh yang banyak dikenal adalah Anthoceros sporophytes.


Sumber : Buku Biologi karangan Drs. Arif Pribadi, M.Ed.

Apakah Mutasi Itu?

Apakah Mutasi Itu?
Apakah Mutasi Itu?

Mutasi merupakan peristiwa berubahnya susunan materi genetika (DNA) yang berakibat berubahnya fenotipe suatu makhluk hidup. Oleh karena itu, peristiwa mutasi dapat dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya keanekaragaman materi genetika pada makhluk hidup. Agen yang menyebabkan mutasi disebut mutagen, sedangkan makhluk hidup yang mengalami mutasi disebut mutan. Pada umumnya, gen yang telah mengalami mutasi cenderung bersifat stabil. Artinya, gen tersebut tidak akan mengalami mutasi lagi.

Istilah dan teori mutasi pertama kali dikemukakan oleh Hugo de Vries (1904), seorang ahli botani dari Belanda. Dalam bukunya yang berjudul The Mutation Theory, Vries menjelaskan bahwa mutasi merupakan peristiwa yang jarang terjadi di alam. Namun, jika terjadi, sifat yang berubah pada peristiwa mutasi tersebut akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kesimpulan demikian diperoleh setelah Vries melakukan percobaan terhadap bunga pukul empat (Mirabilis jalapa).

Pada tahun 1928, Herman J. Muller, seorang ilmuwan Amerika mengemukakan bahwa semakin besar dosis radiasi yang diberikan, semakin besar pula terjadinya mutasi. Hasil tersebut diperoleh setelah Muller melakukan percobaan dengan menggunakan sinar X terhadap lalat buah (Drosophila melanogaster).

Mutasi dapat dibedakan atas beberapa macam berdasarkan criteria tertentu. Misalnya, berdasarkan tipe sel yang mengalaminya, faktor kejadiannya, atau tingkatannya.


Sumber : Buku Biologi karya Drs. Arif Priadi, M.Ed